Menu Tab

  • BERANDA
  • PUISI
  • MOTIVASI
  • INDOOR
  • OUTDOOR

Minggu, 30 Agustus 2015

TRILOGI PERISTIWA! KISAH BAHAGIA, TUGU PAHLAWAN, DAN SURAT CINTA DARI NEGERI LORD VOLDEMORT

Terima Kasih Guru

Assalamualaikum. Ustz....saya terharu sekali dan ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ustadz dan ustadzah SAIM semua yang pernah membimbing anak-anak langsung atau tidak langsung. Anak saya di sekolah menengah Islam di Gresik bisa berprestasi sebagai siswa paling aktif saat masa orientasi dan mendapat perhargaan. Dan yang membuat kami sangat terharu, ananda dapat masuk kelas akselerasi tahfiz dg nilai tertinggi. Masya Alloh!!! Kami nggak kuasa menahan air mata haru! Ini semua karena anak-anak kami dibina oleh ustadz dan ustadzah yang luar biasa tulus dan berkualitas di Sekolah Alam Insan Mulia.
Setelah kakanya yang juga juara 1 di angkatannya dengan 18 juz ketika selesai akselerasi, kami nggak menyangka adiknya bisa ikut jejak abangnya. Pendidikan di SAIM luar biasa hebat dan diatas rata-rata dalam segala hal. Walau dengan anak-anak SD Islam. Pastinya teman-taman si adik yang lebih pandai dan lebih baik juga akan luar biasa di sekolah-sekolah baru mereka.
Terimakasih ya ustz .... specchless saya ...hanya Alloh yang pantas membalas semua kerja ikhlas guru-guru SAIM buat anak-anak kami. Teriring salam dan terimakasih kami juga kepada Ustadz Sulton... Masya Alloh... Subhanallah.

Aku membalas rasa haru beliau …

Alhamdulillah ... subhanaAlloh ... anak-anak menjadi sholeh dan sholehah karena memiliki orangtua yang sabar dan ikhlas sebagai guru pertama dan menjadikan rumah sebagai surga.
Kami, insha Alloh hanya menjadi pemegang amanah yang memiliki banyak kekurangan dan terkadang mungkin salah dalam berolah peran. Semoga jejak generasi keluarga Bunda menjadi panutan bagi keluarga muslim yang lain, menghiasi kehidupan dengan al-qur'an. Amin ...
Salam dari kami untuk ananda. Semoga Alloh menyertai setiap langkahnya bersama hikmah dan keberkahan. Amin …

Ditengah keterbatasan kami dalam kontribusi dan interaksi, semoga anak-anak ini suatu saat bisa memberikan prestasi dan karya terbaik untuk SAIM. Kami baru mengunjungi ananda. Dan dia merasa bangga jadi anak SAIM.
Akhir dari surat haru ini ….

Alhamdulillah ... Semoga Alloh SWT selalu menjaga ananda.

Surat yang sangat menyentuh dan mengingatkan betapa GURU bukanlah sebuah PROFESI, namun GURU adalah AMANAH yang langsung dari ALLOH SWT.



Menggebuk Galon di Tugu Pahlawan

What’s up dan telepon berbunyi karena kelompok PERKUSI LASKAR AKSI SD Sekolah Alam Insan Mulia diundang untuk mengisi acara Hari Anak Nasional oleh BKKBS yang dihadiri Ibu Menteri Khofifah Indar Parawansa.
Informasi yang kami terima memang sedikit bermasalah, namun itu tidak menjadikan LAKSAR AKSI mundur! Kami maju tidak mau kalah! Hahaha….
Panas membakar kulit di Tugu Pahlawan. Melihat keceriaan anak-anak di bawah terik matahari menghilangkan keinginan untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Semakin eksotik pastinya. Hahaha …
Perjalanan tour kami berkesan. Dengan tour guide yang tidak menceritakan sejarah apapun pada anak-anak, akhirnya informasi yang tertera di setiap foto dan benda berharga aku ceritakan dengan merangkai pelajaran masa lalu.
Sukses!!! Anak-anak terpukau dengan perjuangan para pemimpin di Surabaya! Melihat aktivitas kami, sekelompok anak SMA Negeri menghampiri.
“Maaf, permisi … boleh kami wawancara?”
“Ouwch … saya?”
“Iya, kami ada tugas wawancara dari sekolah”
“Okay”
Akhirnya bak selebriti aku menerima permintaan wawancara mereka. Pertanyaan tentang efektifitas museum sebagai tempat belajar, nilai sejarah, dan lain-lainnya.
Sebelum keluar museum kami duduk bersama dan mengulas peristiwa hari ini. Anak-anak memahami dan tetap bahagia dengan apapun yang sudah mereka terima. Itulah anak-anak, tulus dan selalu bahagia.
Ada sebuah pertemua dengan seorang bunda yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Kesimpulan beliau dan saya juga sih. MENERIMA ANAK ISTIMEWA DENGAN LAPANG DADA itu adalah PINTU UTAMA MENUJU KASIH SAYANG ALLOH SWT. Ada sih peristiwa lain yang cukup menggoda kesabaran, hmmm… tidak perlu deh! Biar tulisan ini tetap mengalir penuh kebahagiaan saja! Hahaha ….


Surat Cinta dari Negeri Lord Voldemort

Nah, ketika menunggu anak yang belum dijemput sebuah pesan What’s up masuk.

“Assalamu’alaikum … Ust, apa kabar?” Aku mau testimoni, Alhamdulillaaahh … ceritanya kita kan punya jadwal ngaji bareng disini, aku sama bapaknya terharuuu banget denger ngajinya Anak tertua, Subhanallah..luar biasa menurutku.  Selama ini di Surabaya kan dia gak pernah mau keliatan ngaji terang-terangan… cuma sendirian dan gak bersuara, jadi aku ya ga maksain … eh disini baru tau … SAIM dan para ustad-ustadzahnya memang luar biasa. Mohon bantuannya kalau pas longgar tolong WA dia dan dimotivasi untuk improve ngajinya terus dan mau ngajarin adiknya juga … biasaaa, kadang sik onok jaim gitu deh. (kadang masih ada malu-malu)”.

“Alaikumsalam wrwb … Lha, semalem saya baru mbathin, alhamdulillah nembus”

(Karena saya biasa mengajak sang bunda berdiskusi tentang psikologi dan tentu saja minta bantuan, materi, test, dan segala macam yang bisa saya pelajari lah pokoknya). Hahaha ….

“Maturnuwun, wis pokoke menurut kami SAIM benar-benar berpengaruh besar pada tangguhnya anak-anak. Alhamdulillah...aku dan bapaknya sangat-sangat takjub lihat anak-anak begitu santai dan tangguh sekaligus luwes terhadap perubahan BESAR yg ada disini…gini kondisinya:

1.    Rumah luasnya hanya separoh rumah Surabaya dan ruang gerak privat kami hanya di lantai 2 (2 kamar dan 1 kamar mandi), dapur dan ruang tamu di lantai 1.
2.    Di rumah ini kami sharing dengan 3 keluarga lain sesama Indonesia, yang dinamikanya pasti beda-beda.
3.    Disini budaya masyarakatnya jalan kaki kemana-mana, jadi sejak awal kedatangan kami (1 bulan) naik bis dan kereta baru 2 kali, sekali waktu datang dari Indonesia dan minggu kemarin pas keluar kota, selebihnya jalan kaki ke beberapa tempat wisata, ataupun untuk belanja logistik (minimal sekali jalan butuh wkt 1 jam untuk Pulang dan Pergi) sedangkan di Indonesia kemana-mana pake mobil.
4.    Relatif gak nonton TV karena ada di lantai bawah dan acaranya belum terlalu menarik buat mereka karena bahasanya juga gak terlalu paham (aksen Leeds beda banget)
5.    Kondisi penyesuaian konversi uang dan minimnya barang halal membuat kami harus mengerem berbagai keinginan saat belanja padahal semua makanan dan minuman kelihatan sangat menarik kaan?

Semua kondisi diatas satu sisi menurutku anugerah yang harus disyukuri dan satu sisi juga tantangan yang harus ditaklukkan (emosi, pikiran, tenaga)… dan anak-anak mampu melaluinya dengan STABIL, gak pake rewel…. Subhanallaaahh! Beberapa teman juga heran, anak-anak bisa se-kooperatif ini, sedangkan beberapa keluarga masih kesulitan memotivasi anaknya untuk mau jalan kemana-mana...gak cuma mengandalkan angkutan umum meskipun duitnya ada. Alhamdulillaaah..wis pokoke banyak jempol deh…1000× J. Malah aku yg sempat diare karena mungkin masuk angin dan  emosi masih naik turun…sampek diketawain anak2… J

Soriii..ada yg keenam.. J

6.    Disini mereka harus MANDIRI dalam semua hal, beresin baju, kasur, bekas makan dan minum, nyiapin meal kalau lagi laper, seputar aktifitas self help lah…. padahal di Surabaya semua yg melakukan relatif si mbak.

Ini mungkin bagi beberapa ortu hal yang biasa aja karena menganggap harusnya "anak normal" ya survive gitu… tp bagi kami khususnya aku, ini faktor besarnya adalah keberhasilan konsep SAIM yg menunjang mental sett dan nyali mereka untuk fleksibel beradaptasi dan bertahan di situasi baru bahkan relatif sulit. (jempol)

 Kali ini aku tidak banyak menulis. Aku menulis kalimat …

“Alhamdulillah … kami SAIM dengan system pembelajaran yang didukung guru-guru “gila” berdo’a untuk anak-anak. Mereka mampu survive di manapun mereka berada”.
Sambil menjelaskan arti gila, (dalam hati : kerja untuk yang terbaik, senengane neng sekolahan, dan cari-cari kesibukan. Hahaha)

“Bolehkah diskusi kita saya tulis di Blog?”
“With honour”

Setelah diskusi dengan sang bunda, aku melanjutkan diskusi dengan sang ananda.

“Hi, how are you there?”
“Alhamdulillah, baik Ust”

Kemudian chatting LINE kami mengalir deras, gara-gara Profile Picture muridku yang satu ini bikin iriiiiiii!!! Ini sebagian chatting yang telah kami lakukan.
Aku meminta dia mengirim foto yang asyik untuk tulisan di blog ini. Foto-foto yang super keren terkirim dengan lancar! Semakin cemburuuuuuuu!!!!!

“Bagaimana pengalamanmu melaksanakan sholat dan ngaji?”
“Kalau sholat sih sama saja … seperti di Indonesia. Mungkin waktunya aja yang beda. Setiap bulan ada update dari LGM?”

“What is LGM?”
Leeds Grand Mosque. Ada aplikasinya juga dari LGM setiap hari”

Kemudian dia mengirim jadwal waktu sholat lengkap dengan keterangannya selama 1 bulan.

“Kalau ngaji”
“Aku ngaji kan di rumah, jadi nggak ada yang beda sih”
“Ngajimu kan bagus, kamu bisa jadi tutor untuk adik-adik dan kali aja ada tetangga baru”
“Masih perlu banyak belajar Ust”

Aku berbagi indahnya jaminan mengaji dan perlindungan dari Alloh SWT. Kami chatting sangat panjang dari pada ketika kami berada dalam satu kelas. Hahaha…

“Aku jadi lebih ingin ke sana!!!”
“Ke sini aja Ust, kakak-kakak Master yang kuliah disini sekalian jalan-jalan, seru kayaknya”
“Lha, aku nanti Ustadzah Doktor” Hahahaha …
“Amin Ust …”

Tak kusangka, dia memberi informasi beasiswa dan kami berbincang “ala” perempuan. Dalam hati aku bangga: “Baru kemarin aku bersamanya di kelas jenjang SD, dia sudah memberi informasi beasiswa dan gambaran Negara yang baru ditinggalinya. Ooooh! Bahagianya!

“Ya, kamu lirik teacher mu, bule muslim juga gak papa. Biar nanti aku jalan-jalan bersamnya. Hahahahahaha ….”
“Boleh boleh Ust, Amin….”

Aku mengakhiri chatting dengan dengan titip salam kepada ayah, bunda, dan adik-adiknya.
Semoga ini adalah keberkahan seorang guru yang menjalankan amanah hanya karena ibadah kepada Alloh SWT. Amin … 

Jumat, 07 Agustus 2015

ENERGI GURU

Lama tidak sempat menulis di blog ini ...
Mengawali tahun pelajaran 2015/2016 dengan niat yang lebih ditata rapi.
Hal-hal yang menakjubkan selalu saya dapatkan setiap hari, bahkan setiap saat.
Dan, ...

Hari ini, ketuka mengikuti sebuah forum hubungan internasional dengan Hiroshima University ada sebuah pertanyaan klise yang selalu muncul ketika presenternya berasal dari Jepang.
"Pak, jika kondisi Indonesia dan Jepang secara nasib pernah dijajah dan geografis juga hampir sama. Mengapa Jepang lebih bersih dan tertata rapi ya?"

Karena saya ini guru SD dan mencoba memutar memori tentang apa yang sudah saya lakukan untuk membangun karakter anak-anak yang saya bimbing, saya hanya tersenyum dan menyimpan jawaban saya dalam hati.

Kemudian Pak Yoshinori Fujikawa dari Hirosima University mulai menjelaskan apa saja yang dilakukan bangsa Jepang dengan capaian kondisi lingkungan saat ini.

"Kami tinggal di daerah yang pernah hancur hampir tak tersisa. Kejadian terburuk sudah kami lalui dan ini harus membuat kami bangkit, disiplin, dan tidak lalai"

Foto-foto Hirosima saat hancur telah dipresentasikan sebelumnya. Terdapat satu bangunan yang porak poranda yang masih tersisa dan dijadikan cagar budaya. Saat ini gedung tersebut menjadi perantara hubungan baik antara Jepang dan Amerika Serikat.

"Dalam dunia pendidikan, kami memiliki pelajaran life skill. Dan sang penerjemah membuat istilah PKK "Pendidikan Kebudayaan dan Keterampilan". Sang penerjemah juga pernah tinggal di Jepang selama bertahun-tahun.

"Pelajaran itu wajib ada di semua sekolah mulai dari tingkat Pre-Elementary sampai University. Dan tidak cukup program sekolah, di rumah orangtua juga wajib mendukung program ini secara disiplin. Murid-murid selalu dilibatkan dalam kegiatan kebersihan dan kerapian di sekolah. Dan orangtua juga wajib melaksakan program itu di rumah"

Saya kembali tersenyum mengingat apa yang terjadi di lingkungan masyarakat saya.

"Jika di Nepal saya perhatikan orang membersihkan lingkungan rumahnya dengan egois (yang penting rumah saya bersih) dan tidak memperdulikan lingkungan tetangga dan tempat umum. Maka yang terjadi adalah semua masyarakat memilih sikap "LALAI" terhadap lingkungan mereka"

Daya ingat saya langsung merebak dengan berbagai kejadian yang saya alami dan saya saksikan.

"Di Jepang, jika ada kotor di dekat kami, segera kami tarik ke dalam diri sendiri. Kemudian kami pilah dan kami lakukan kegiatan yang tepat untuk tetap menjaga lingkungan bersih dengan disiplin. Sekali lagi itu wajib dilakukan setiap orang dan semua elemen; Pendidikan, rumah, dan pemerintah".

Ya, bisa saya bayangkan bagaimana bangsa Jepang telah menjadikan disiplin sebagai nafas hidup mereka. Dan Pak Fujikawa adalah seorang guru yang berpengalaman mengajar semua jenjang. Pre-Elementary, Elementary, Secondary, dan University.

Sosok guru yang sangat mampu menyambungkan energi positifnya kepada para murid.
Sudahkah setiap guru di negara ini melakukan hal yang mampu digugu dan ditiru para siswanya?

Pelajaran displin masuk kelas, tidak melakukan kegiatan lain saat menjalankan tugas, mengantuk bahkan tidur saat menjalankan tugas, mengajarkan semua hal-hal yang baik kepada siswanya, namun belum cukup memiliki daya dan upaya untuk menyempurnakan pada dirinya sendiri. Hmm, tentunya saya juga termasuk dalam kategori ini. :(

Terkadang, saat mendengar atau membaca cerita indah dari negeri lain kita masih memiliki beberapa kalimat dalam menyikapinya.

Pertama : "Jangan selalu mencontoh negara lain, belum tentu mereka benar-benar baik dan metodenya bisa diterapkan di negara kita"
Kedua : "Jika demikian ayo kita lakukan kunjungan dinas ke sana dan menerapkan ilmu mereka di negara kita"
Ketiga : "Kita ini harus bangga dengan negeri sendiri. Karena negeri kita itu (dengan keterangan panjang dan lebar) ..."

Nah, hadist saja menyatakan : "Carilah ilmu hingga ke negeri Cina" ... jadi marilah kita berupaya untuk memperkuat semangat kita dalam mencari ilmu. Ambil saja bagian-bagian terbaik dari kejadian, pengalaman, dan persoalan yang kita temui.

Tahanlah dulu opini negatif, agar tidak menyesal kemudian!

Wassalam ... (menulis sambil merem, nguantuuuk) :)

By:
Hamdiyaturrohmah@gmail.com


Senin, 10 November 2014

10 NOVEMBER BANGKITKAN SEMANGAT PEJUANG!!!

ALLOHU AKBAR! ALLOHU AKBAR!
MERDEKA!





Merdeka!
Para siswa memasuki gerbang sekolah dengan berbagai macam kostum; pahlawan, tentara, perawat, baju daerah, rakyat biasa, dan ada yang masih memakai seragam.
Pekik kemerdekaan disuarakan oleh kepala sekolah SD Sekolah Alam Insan Mulia dengan meniru gaya Bung Tomo. Kemudian satu guru naik ke gedung hall lantai 2 dengan memakai tangga dan merobek bendera Belanda yang sudah disiapkan di atas gedung. Semua murid bersorak merdeka! Kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Rangkaian napak tilas sejarah pada hari ini, dilakukan seluruh guru dan murid di SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya. Sebelumnya para murid disiapkan di hall lantai satu untuk berdo’a, membaca Asmaul Husnah bersama, kemudian mengheningkan cipta yang dipimpin oleh kepala sekolah pada pukul 08.17 yang disertai bunyi sirine.

Pidato kebangsaan juga dilakukan sekaligus pengarahan untuk acara napak tilas sejarah. Anak-anak dibariskan di lapangan. Bagi yang berpakaian tentara diminta untuk berjaga di bawah bendera. Bagi yang berpakaian rakyat  biasa bersiap diri untuk mendukung  perobekan bendera Belanda Beberapa walimurid juga turut berpartispasi dengan membantu mengarahkan siswa. Napak tilas berlangsung hampir 30 menit dengan antusiame tinggi.
Acara ini menjadi sarana pembelajaran langsung, siswa bisa merasakan suasana perjuangan pada detik-detik kemerdekaan di Surabaya. Apalagi peragaan perobekan bendera yang dilakukan secara langsung dengan partisipasi guru dan murid. Siswa sangat senang dengan kegiatan ini, mereka jadi lebih menghargai kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan.




Selasa, 07 Oktober 2014

SEDANG

Almarhum Abahku pernah memberikan sebuah kalimat yang membuatku "marah" dan "tidak nyaman" saat itu. Ketika aku bercerita tentang suami sepupuku yang sangat cerdas, pandai mengaji, dan mampu menerjemahkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan sangat baik, abah hanya mengungkapkan kalimat ini: "Kalau menyukai jangan berlebihan, kalau tidak menyukai juga jangan berlebihan, itu akan membuat kita mampu berpikir sehat".
Sejak saat itu aku cukup berhati-hati dalam menentukan suka dan tidak suka. 
Sama ketika kita menghadapi pemilihan kepala desa sampai pemilihan presiden. Berbagai versi berita telah disuguhkan kepada kita. Meski aku juga belum mampu berpikir sangat sehat, hingga aku mampu mencari "keburukan" calon yang tidak tepat "menurutku" saat itu. 
Bahkan, aku sepertinya sudah menjadi hamba yang kufur. Karena berani memprediksi kondisi bangsa ini di masa depan. Mengakses berita-berita yang hanya memihak calon yang kusetujui saja. Ketika mengetahui beberapa tokoh yang kukagumi juga bergabung dengan calon yang kusetujui, aku merasa senang. Meski, akhirnya aku juga tidak memilih saat PEMILU.
Menyaksikan kondisi wakil rakyatku saat ini, tidak jauh berbeda dengan tayangan infotainment yang syarat dengan drama; absurd, realis, sure realis, bahkan komedi. Bermunculan para aktor yang cukup sulit dideteksi peran mereka, apakah protagonis atau antagonis. 
Melihat "pertunjukan" saat ini, perebutan kursi, berbagi kekuasaan ... aku telah kehilangan rasa suka sekaligus rasa tidak suka pada para wakil rakyat. Hadirlah pertanyaan:
"Bagaimana peran mereka dalam alur kehidupanku?"
"Mengapa drama itu terjadi"
"Bukankah menjadi wakil rakyat itu amanah dunia-akherat. Mengapa mereka berebutan daftar ke "neraka"?
Pertanyaanku semakin panjang dan lebar ....
Pada kondisi ini, kalimat abah kembali mengingatkan aku. Aku tidak perlu kecewa dan tidak perlu berlebihan dalam bersikap. Berusaha menggunakan akal sehat. Duduk dan bertanya pada diri sendiri. "Apakah aku sudah amanah?"
Kalimat-kalimat bijak yang kudapatkan hari ini inspiratif:
"Jadilah muslim yang pastisipatif!", maka aku akan kembali belajar tentang profesionalisme guru dan menebar manfaat ilmu.
"Islam is Prepare Religion", maka aku akan melaksanakan tugas dan kewajiban dengan persiapan yang baik dan benar.
"Jadilah pribadi yang mampu menyikapi cuaca", kali ini aku butuh banyak belajar tentang "berdamai" dengan situasi dan kondisi :)
"Mendo'akan orang lain dan tidak iri, akan melipatgandakan do'a untuk kita, harus segera list do'a sebanyak-banyak untuk orang lain
"Di atas langit masih ada langit", kemampuan dan "kesuksesan" saat ini harus menjadikan diri semakin cinta ilmu, bukan kesombongan.
"Bangga karena mampu melaksanakan kewajiban, itu BIASA", maka harus mencari KEISTIMEWAAN dengan ibadah sunnah.
Hmmmmm .... Ini dulu deh yang dicatat.
Iki ae jek belajar! Mugo-mogo iso ngelakoni sing apik lan bener.
Amin.... 

Minggu, 14 September 2014

TAMAN PERSAHABATAN


Pembelajaran tematik dan integrated sedang diupayakan pemerintah melalui kebijakan kurikulum 2013.  SD Sekolah Alam Insan Mulia, melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berbasis proyek sudah sejak berdirinya pada tahun 2000. Kali ini, untuk memahami perkembangbiakan generatif dan vegetatif pada tumbuhan, anak  kelas 6 belajar bersama Green Community kampus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Mahasiswa yang tergabung bersama di Green Community dan para dosen yang bergerak di LPPM (Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) bersedia menjadi partner in learning siswa kelas 6 SD Sekolah Alam Insan Mulia. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari perkembangbiakan tumbuhan agar siswa mampu untuk melakukan sendiri perkembangbiakan tumbuhan untuk menyelamatkan lingkungan.
Siswa kelas 6 melakukan kampanye SOU Save Our Ozone dengan mengedarai sepeda ontel ke menuju kampus UNTAG. Sekolah Alam Insan Mulia menjalin kerjasama dengan Universitas 17 Agustus Surabaya. Kegiatan yang dilakukan di kampus pada saat proses perkuliahan berlangsung ini cukup menarik. Siswa kelas 6 tetap fokus dan antusias dengan penjelasan dosen. Apalagi ketika praktik mencangkok dilakukan di kelompok masing-masing.
Setelah praktik mencangkok, siswa melakukan kegiatan menanam di area taman kampus. Siswa membawa tanaman jenis buah dan bunga sebagai ucapan terima kasih sekaligus kampanye lingkungan hijau di kampus. Para mahasiswa green community menjadi pendamping kegiatan dan belajar bersama anak-anak. Taman ini akhirnya menjadi “Taman Persahabatan” antara SAIM dan UNTAG.

Sebelum kegiatan makan siang, ada seorang dosen pengajar bahasa Korea yang ikut kegiatan ini. Siswa diajak berkenalan dan belajar bahasa Korea sederhana tentang nama buah dan bunga. Siswa juga diberi cerita tentang sejarah bunga terompet oleh dosen Korea tesebut.
Kegiatan praktik perkembangbiakan tanaman ini diakhiri dengan makan saiang dan membersihkan area kegiatan dari sampah. Siswa dan mahasiswa aktif membuat area kegiatan menjadi nol sampah. Kemudian, semua siswa bersalaman dan berpamitan kembali ke sekolah.
Terima kasih UNTAG …. Siswa kelas 6 SD Sekolah Alam Insan Mulia kembali gowes gowes gowes! ke sekolah.

Rabu, 14 Mei 2014

Save Indonesia With Green Community

PAMERAN SENI BUDAYA INDONESIA


Bulan Mei merupakan bulan ulang tahun Surabaya. Surabaya dengan jargon “Green And Clean” selalu berupaya menciptakan lingkungan sehat, indah, dan ramah. Sekolah Alam Insan Mulia juga selalu berupaya untuk menciptakan lingkungan yang berbudaya, ramah, dan hijau.
Mengisi bulan ulang tahun Surabaya, SD Sekolah Alam Insan Mulia menyelenggarakan Pameran Seni dan Budaya Indonesia. Tujuan utama diadakannya pameran ini adalah, memupuk rasa cinta dan bangga sebagai ANAK INDONESIA.

Rangkaian acara dimulai dengan mengumandangkan lagu INDONESIA RAYA dan dilanjutkan tari tradisional secara kolosal. Tari Senggal Senggol dari Jawa dilakukan secara bersama. Pameran budaya diwakili 23 provinsi di Indonesia, lengkap dengan media informasi, baju adat, makanan khas, kuis, dan segala pernak pernik yang disuguhkan sebagai alat pembelajaran pengenalan budaya di provinsi masing-masing.

Yang luar biasa pada event kali ini, orangtua walimurid turut berpartisipasi. Meluangkan waktu untuk membantu display stand pameran dan berpartisipasi dalam event ini sampai akhir. Sungguh sikap penghargaan pada anak yang sangat tinggi. Tentu saja ini menjadi energi tersendiri bagi anak-anak yang menyiapkan media selama 3 hari, presentasi 2 hari, dan puncak acaranya PAMERAN dan dinikmati bersama seluruh penduduk sekoalh dan para tamu mancanegara.
Aktivitas seluruh siswa SD beragam, kemasan Seni dan Budaya dengan kepedulian lingkungan mewarnai seluruh aktivitas hari ini. Kelas I; membuat baju daur ulang dari Koran dengan disain baju adat daerah. Kelas 2; belajar tentang energy alternative di UBAYA. Kelas III; membuat media tananam sayur dengan kaleng bekas yang dibawa dari rumah. Kelas IV; pameran budaya nusantara. Kelas V; kolaborasi melukis bersama mahasiswa UNTAG dan tamu mancanegara. Kelas VI; menyanyikan lagu daerah “Padhang Mbulan”. Sungguh hari yang syarat makna pembelajaran budaya, lingkungan, dan kehidupan nyata.
Tamu mancanegara yang ikut bergabung dalam event hari ini adalah; mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (UNTAG) yang sedang melakukan penelitian tentang Kampoeng di Surabaya. NIKOLAS ROGGE Arsitek lulusan Dresden University, Berlin, Jerman. SIMON BROCHARD, Geographer lulusan Rhein University, Paris, Perancis. SONGTEWA SANGKRAI dan TANAPORN NARAPONG mahasiswa Environmental Departement Khon Kaen University, Khon Kaen, Thailand.

Universitas Widya Mandala juga turut membawa tamu dari Negara lain. Tiga mahasiswa The Social Work Department dari Vancouver Island University, Canada juga turut bergabung. Mereka adalah Sharon Dial, Lizelle Sears, Meg Gorosh. Dan mereka akan magang di SD SAIM selama 2 minggu. Waaah, jadi punya guru bule dan siswa bisa melancarkan kemampuan bahasa Inggris dengan keberadaan mereka!
Para mahasiswa tersebut berkolaborasi dengan murid kelas 5 SD SAIM. Mereka melukis di atas kanvas yang berukuran 6x2 m dengan tema: “Save Indonesia With Green Community”. Antusiame para mahasiswa membuat anak kelas 5 SD juga lebih semangat menyelesaikan proyek melukisnya. Tidak lupa, mahasiswa-mahasiswa tersebut juga ikut menikmati hidangan makanan khas dari Sabang sampai Merauke. Mereka sangat menikmati acara ini hingga akhir meski keringat sudah bercucuran karena cuaca tropis dan lebih tepatnya “panas” .
Rangkaian kegiatan ini menjadi berbeda dengan pidato dari ketua OSIS SD yang terpilih dalam PEMILU OSIS yang berlangsung 2 minggu sebelumnya. Pidato ketua OSIS diakhiri dengan kalimat: INGAT! KITA ADALAH PELAJAR HARI INI DAN PEMIMPIN MASA DEPAN!

Salam Pendidikan Bermakna dan Berkualitas 
Hamdiyatur Rohmah


dyra_01@yahoo.com

Jumat, 02 Mei 2014

FRIENDSHIP BEYOND THE BOUNDARIES

PERSAHABATAN MENEMBUS BATAS PERBEDAAN

Hari Pendidikan, 2 Mei 2014 selalu membuka harapan baru. Ketertarikan siswa Australia untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, membuat beberapa sekolah di Australia memasukkan pelajaran Bahasa Indonesia dalam salah satu pelajaran pilihan.
Sebaliknya, siswa Indonesia yang ingin merasakan pembelajaran lintas budaya dan mengenalkan Indonesia pada dunia, membuat SAIM-Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya dan COMO Secondary School memutuskan menjalin kerjasama dalam program sister school.
Tahun ini adalah tahun kedua, dimana kami saling mengunjungi sekolah dan merasakan menjadi murid di sekolah masing-masing. Belajar budaya, iklim belajar, keramahan berteman, mengunjungi tempat wisata icon daerah: Bromo, Surabaya Herritage, dan mempelajari tradisi Negara masing-masing. Sister school merupakan salah satu cara transfer ilmu dan wawasan lintas budaya antara dua Negara, terlepas dengan semua persoalan politik yang terjadi antara kedua Negara.
Pada hari Jum’at; 2 Mei 2014 siswa COMO berkolaburasi dengan siswa SD SAIM untuk berbagi pengetahuan dan menjalinan persahabatan lebih erat. Acara dikemas sederhana dengan sejuta makna. Diawali dengan sesi story telling tentang budaya Australia. Para murid COMO menjadi story teller pada sesi ini. 
Berikutnya, siswa-siswi SD SAIM akan mengajak siswa COMO untuk bermain bersama dalam “Cup Song”. Permainan “Cup Song” adalah permainan perkusi dengan menggunakan gelas plastic sebagai alat musiknya. Kali ini siswa SD yang akan menjadi tutor bagi kakak siswa COMO.
Waktunya anak-anak ekstra tari beraksi! Mereka mengajak siswa COMO untuk menari tradisional dengan musik asli JAWA, serta mengenalkan beberapa gerakan dasar tarian Jawa. Praktik budaya secara langsung diharapkan akan mengikat kenangan terindah antar dua Negara.



Kegiatan hari ini akan diakhiri dengan melukis bersama pada media kain 3 x 2 m, dengan tema Indonesia to Australia, Australia to Indonesia. Siswa SD SAIM melukis tentang Australia dan siswa COMO melukis tentang Indonesia. Lukisan ini adalah simbol pengetahuan, persahabatan, perdamaian, dan harapan dari anak bangsa masing-masing.

Perbedaan budaya, lingkungan, musim, letak geografis, dan perbedaan-perbedaan lain dijadikan media keharmonisan hubungan budaya yang terjalin dalam ikatan pendidikan. Akirnya, lukisan anak SD SAIM akan dipajang di COMO Secondary School dan lukisan anak COMO akan dipajang di Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya. “Persahabatan  Menembus Batas Perbedaan”.

Siang harinya, kami juga menerima dua mahasiswa dari Thailand yang Environmental Engineering yang melakukan observasi kegiatan PEDULI LINGKUNGAN SEKOLAH. Semua anak SD Sekolah Alam Insan Mulia dikerahkan untuk berbagai macam tugas lingkungan. Membersihkan tempat ibadah, membuat lubang biopori, memproses sampah organik, pembibitan gelombang cinta, dan berbagai macam aksi kepedulian lingkungan. Semoga di hari PENDIDIKAN, kita semua sudah menjadi para pendidik yang baik dan memberikan semangat kepada anak bangsa ini untuk berbuat yang TERBAIK bagi bangsa dan negara. Amin ...
by: Duo Kanjeng 
Hamdiyatur Rohmah & Wuri Handayani