Menu Tab

  • BERANDA
  • PUISI
  • MOTIVASI
  • INDOOR
  • OUTDOOR

Selasa, 14 Februari 2012

Indonesian Culture

Papua
Yeah ... if you are Sekolah Alam Insan Mulia students, you will have a big cultural party in the fourth grade every year. Of course, because we have thematic teaching program. And fourth grade program is Culture Exhibition.
For the first, we design the exhibition only in the school. We promote our culture by traditional dress, food, dance, song, and many others in the school. And of course we are collecting the information about our culture and display it on the wall in our stand. We choose a special day for the exhibition. Every student being an ambassador for their province.

Bali traditional food
 This is our activity in the school. Students bring all the things they had at home to the school. Their parent helps them to prepare the stand and the food.
Leaning to be an Ambassador

We divide the class to be a few groups. Sumatera, Borneo, Celebes, Papua, Java, Nusa Tenggara, Madura, and Bali. Before we do the exhibition, the group must be present their culture in the class. So, they will be ready to be the best ambassador for their province.





We ever do the exhibition in Kartini's day, so ... students present the culture on the stage. Wow, its good to train them to be a good presenter on the stage.


And for forth grade program on 2012, we have an exhibition in Tunjungan Plaza, a big mall in Surabaya. We have Education Fair there, so we join the culture exhibition program on that event. And you know, I didn't expect that my fourth grade students will be able to present their culture to another audience in the mall.
We just give them a command; "Okay now time to best ambassador. Try to find people who wanna listen to your presentation. Ask their time and promote your province, make them interesting and wanna come to your province."
And wow ... amazing, they can't wait to find another audience and share information about their culture. They ask the audience to listen to their presentation bravely. They are not only brave but also struggle to share the information. Great Job guys!!!
Presentation at mall

Show Time
The last but not least, students show the traditional song on the stage. They are truly entertainer, no fear no shame to show up. Keep your spirit on guys!!!

Indonesia and Water

You know that Indonesia is amazing country. We have many kinds of fruits and vegetables. And you know its why? Because Indonesia has many treasures. There are water, forest, mountains, sea, and many others. You can see from these pictures.





Water? yes! Water is the most important things to get many fruits and food. And Indonesia is the perfect country because the weather too.
Thanks to God, we lived in Indonesia. So, as the best action of us are say thanks to God by protecting water from useless activities.

Selasa, 31 Januari 2012

I know


I know I can trough this way
I know I love this way
So, I really know how to be a captain

I know the questions
I know the answers
So, I make the best decision

I know me
I know YOU
YOU know me more than I know YOU
So, I will do the best only for YOU

And ... I know when I don't know

Jumat, 13 Januari 2012

Diary Kami


APA YANG KAMI LAKUKAN MINGGU INI???
MINGGU I 
(9 – 13 Januari 2012)
CULINARY

Minggu ini kami mengawali semester dengan gembira. Semua anak ingin bercerita tentang liburan masing-masing. Sepertinya mereka selalu kangen dengan sekolah, ketika cerita mereka tak bisa dihentikan, kami mencoba untuk melontarkan pertanyaan. “Hmmm, saat liburan kalian belum cukup untuk bercerita dengan banyak orang kah?. Serempak mereka menjawab: “Gak seru ust ...”.
Kami hanya tersenyum dan geleng kepala. Inilah yang kami lakukan minggu ini:

Day
Activities
Monday
Story telling and discuss about what should we do on second semester.
Kami berdiskusi tentang kontrak belajar pada semester II. Kami juga mencoba membuat resolusi di tahun ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terutama melengkapi sholat lima waktu. Makanya kesepakatan mengisi kartu sholat keluar lagi neh!!!
Kami juga mulai membahas tentang bagaimana cara membuat laporan untuk proyek sains kami “Tanaman Kedelai”. Bagaimana cara mencari data dan mengolah data agar presentasi kami berjalan lancar dan bermanfaat.
Selain itu, kami memantapkan pengetahuan tentang syarat wajib sholat, syarat sah, dan hal-hal yang membatalkan sholat, semoga sesudah pemantapan ini kami semakin rajin dan semangat untuk menyempurnakan ibdah sholat kepada Allah SWT. Amin
Tuesday
Selasa adalah hari belajar Bahasa Arab, kami belajar kata petunjuk (isim Isyarah). Haadza/haadzihi (ini), Tilka/Dzalika (itu). Kami harus mengingat kapan kata itu digunakan untuk mudzakkar (laki2) dan kapan untuk muannast (perempuan)
Jam kedua kami belajar tentang Bahasa Indonesia, “mencari kalimat utama”. Kami harus teliti dalam membaca paragraf sebuah cerita dan mencari kalimat utamanya.
Sesudah itu kami belajar wawancara dengan menggunakan bahasa Inggris tentang sekolah Alam. Belajar berani berbicara dan wawancara dalam bahasa Inggris ternyatacukup menantang!
Wednesday
Sholat Dzuha dan waktunya menghafalkan surat Al-Balad. Al-insyirah juga sudah menunggu untuk kami baca agar kami mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Nah!!! Saatnya panen kacang Kedelai!!!! (ceritanya bisa dibaca di web ini juga lho!)
Evaluasi kegiatan selalu kami lakukan agar apa yang kami rebcanaka dan kami lakukan bisa menjadi baik dan lebih baik.
Thursday
Kamis adalah hari Bahasa Inggris, kami belajar tentang “Spelling Time”. Ustadz Romi menjelaskan terlebih dahulu, kemudia kami praktek untuk membuat jam dengan gambar yang menunjukkan aktivitas kami.
Sosial adalah subyek yang kami pelajari di jam kedua. Review tentang sistem pemerintahan Desa, Kota, Kabupaten, Kotamadya, dan Provinsi kembali kami ulang untuk persiapan pembahasan negara tercinta INDONESIA pada minggu berikutnya.
Belajar menghargai karya seni terapan kami lakukan dengan mengamati karya seni topeng dan lukisan. Kemudian kami belajar menuliskan apa yang kami pelajari dari karya tersebut.
Friday
Jum’at sehat!!! Olahraga bersama kami lakukan untuk mengawali hari jum’at minggu pertama ini. Kemudian kegiatan olah raga bersama Ust. Hery membuat kami melatih kekuatan fisik. Tantangan lari, naik-turun tangga mini, dan bermain bola kasti kami lakukan untuk dilanjutkan minggu depan.
Al-insyirah selalu hadir untuk menyempurnakan jum’at kami sebelum jama’ah sholat jum’at di masjid. Ustadz Al-insyirah sudah menunggu dengan senyuman.
Jam ketiga kami isi dengan review perkalian dalam kompetensi Matematika. Hmmm, tantangan tiada akhir. Semakin rajin menghafalkan perkalian, semakin cepat bisa menjawab pertanyaan

Nah, itu adalah kegiatan kami minggu ini. Semoga papa dan mama selalu mengikuti perkembangan kami di sekolah dan mendampingi kami dengan sabar di rumah.
Tugas minggu depan:
1.      Mengumpulkan tugas Artikel pengolahan Kacang Kedelai
2.      Persiapan pembuatan tempe dan kacang kedelai
Pasti seruuuuu!!!!! Terima kasih, sampai jumpa Jum’at depan

Rabu, 11 Januari 2012

HARVEST

PANEN KEDELAI

Setelah hampir 2 bulan kami menunggu, akhirnya masa panen tiba. Kedelai yang kami tanam daunnya sudah berubah warna dan bijinya terlihat berisi. Sayang, ada beberapa tanaman kedelai kami yang mati. Mereka tidak bertahan dikarenakan beberapa hal. Kami masih teledor dalam perawatannya, mencabuti rumput liar di sekitarnya, dan ketika hujan sudah tiba kami hampir saja melupakan untuk mengeceknya. Beruntung, Allah SWT Maha Pemberi Perlindungan, sehingga tanaman kami masih cukup banyak yang baik dan segar.






Mengapa kami memilih kedelai sebagai proyek tanaman ekonomi kami? Masa panen kedelai ini pendek, terus ada banyak manfaatnya, pengolahannya bisa berbagai cara. Produksi tempe, tahu, susu kedelai, kecap, keripik, kedelai goreng, dan cukup dengan kedelai godok. Semua itu bisa membuat kami banyak belajar tentang jiwa wiraswasta. Belum lagi persiapan penanaman, kami banyak belajar tentang berkelompok, kasih sayang dengan makhluk, kerja keras, mendalami profesi Petani, kesabaran, keikhlasan, dan niat baik.



Pada saat panen ini kami belajar bersyukur dan evaluasi diri. Dengan hasil yang kami peroleh, kami sangat senang. Memasuki ladang adalah hal yang kami tunggu, mencabut akar kedelai dan memisahkannya dari batang adalah hal yang istimewa. Belum lagi minggu depan kami akan mengolahnya menjadi tempe, susu kedelai, dan lainnya. Batang dan daun yang kami pisahkan hari ini akan kami buat sebagai pupuk kompos. Sungguh hari ini kami bisa berkata Full of learning.


IMG_9971.JPG
 

Senin, 02 Januari 2012

CERMIN


CERMIN

Seharusnya tulisan ini sudah kurangkai ketika Muharram yang lalu. Karena Muharram adalah bulan hijrah. Dari keluhan menjadi bersyukur, dari kemalasan menjadi semangat, dari kebodohan menjadi berilmu. Dari semua keburukan tahun lalu menjadi jihad untuk memperbaiki diri di tahun ini. Semoga keterlambatan ini akan lebih memacu semangat jihad untuk diri sendiri dan inspirasi bagi orang lain.
Kawan, ...
Sikap frontal,  iri dengki, sombong, merasa cerdas, kata-kata yang tajam dan keras, menuntut, negatif thinking, sok tau, sok baik, merasa benar, marah, dan segala hal “aneh” yang ada padaku selalu menjadi sebuah cerita. Sengaja ataupun tidak sengaja semua karakter itu muncul satu per satu, bahkan kadang bersamaan, dan kadang memang muncul bersama (payah). Kebaikan yang terkadang sedikit mampu kulakukan, masih belum mampu menutup semua karakter yang ada padaku tersebut.
Sebagai seorang hamba yang mengaku beriman dan Islam kepada Allah SWT, seharusnya aku akan sangat tersiksa ketika menyadari, bahwa aku selalu memiliki waktu dan kesempatan untuk melakukan semuanya. Sebagai seorang yang mengaku muslim, seharusnya aku mampu menjauhinya. Namun, tidak jarang aku melupakan dua Malaikat yang dikirim Allah SWT untuk menjagaku; Malaikat Rokib dan Malaikat Atid. Dan ... yang paling menyedihkan kawan ... aku melupakan bahwa sholat ku adalah benteng yang seharusnya mampu melindungiku untuk mencegah perbuatanku yang keji dan munkar,
NAMUN ...
Aku masih mencari alasan untuk melegalkan perasaan iri dan dengkiku kepada yang lain, bahkan kepada saudara muslimku sendiri ...
Dengan mudahnya aku menggunjing, menyalahkan, mempermalukan, mengambil HAK mereka, dan bahkan mungkin pernah terbersit niat untuk memutuskan silaturahmi dengan mereka.
Aku masih gerah, ketika menyaksikan keberhasilan orang lain ...
Aku masih buang muka ketika tidak nyaman dengan sikap orang lain ...
Aku masih tak rela ketika yang kusebut harta diambil kembali melalui sedekah, kehilangan, dan berbagi ...
Aku masih tidak memperhatikan berapa kali kuisi tubuh ini dengan segala sesuatu yang kurang “diridloi”
Berapa kali aku menggunakan sesuatu yang bukan milikku, tanpa aku berkata “permisi” terlebih dahulu
Berapa banyak aku menemukan sesuatu, dan kemudian kuakui sebagai milikku ...
Bahkan, aku mengambil sesuatu yang bukan milikku ...
Dan aku merasa tidak ada yang tau ...


Begitu semua itu berlalu, kesadaranku pun masih tak tersentuh ...
Aku tetap dengan mauku ..... oooh ... maafkan aku

Saudaraku, ...
Sebagai seorang guru, akupun masih belum mampu digugu dan ditiru
Aku masih mengganggap diriku yang lebih berilmu, mengancam, menakuti, memerintah, dan melakukan apa saja yang menurutku baik untuk muridku, namun aku melupakan bahwa mereka lebih dari sekedar tahu ...
Aku bicara tentang ketulusan, namun yang selalu kulakukan adalah mengharap imbalan. Aku bicara tentang kejujuran, namun yang selalu kulakukan adalah kebohongan, aku bicara tentang harga diri, namun yang selalu kulakukan adalah membenci ... Dan aku bicara tentang berbagi, namun yang selalu kulakukan adalah meminta dikasihani ...
Jika saja yang kuajarkan kepada mereka menjelma sebagai “pecut”, sudah berapa kali lecutannya akan kembali padaku, menorehkan luka yang tak kan mudah terhapus oleh waktu ... “menyedihkan”. Dan dosa besar yang mungkin tak termaafkan adalah ketika aku mengajarkan sesuatu yang “keliru” dan merekapun akan menjalani kehidupannya dengan “keliru”. Oooooooohhhhhhh ... aku tak mampu menatap diriku dengan segala “kekeliruanku”.
Aku mengharap kalian selalu membuka pintu maaf dan dengan tulus membiarkan aku masuk untuk mensucikan diriku
Meski tanpa kata, namun itu sangat bermakna
Karena DIA akan menyentuh ku  kembali dengan Rahman RahimNya ketika kalian juga mengikhlaskannya.
Terima kasih telah menjadi tempat belajar menimbang rasa
Terima kasih telah menjadi pribadi yang penuh berkah
Terima kasih telah menjadi cermin untuk kehidupan bersahaja
Kuatku karena kasih sayangmu
Kebaikanku karena pengakuanmu

Rabu, 09 November 2011

Kesempatan Kesekian Kali

Aku tau, aku selalu mencari alasan untuk tidak menyukai bus kota; asap rokok, tatapan tajam, sikap kasar, pengamen, penjual koran, permen, air mineral, dll. Hmmm, kalau lagi egois ya ... aku harus rela merogoh saku ku lebih dalam untuk naik taxi. Aku tahu, aku tidak boleh selalu begitu, karena aku tahu resikonya.
Siang ini, dalam perjalanan pertama aku sudah merasakan bus patas yang kunaiki remnya kurang stabil. Beberapa kali ngerem mendadak dan setiap tarikan mesinnya terasa kasar. Alhamdulillah aku menikmatinya dengan tidur dan tidak mau berpikir negatif. Karena yang kualami semenjak hari raya Idul Adha adalah keberkahan yang tak terhingga.
Berada di rumah dan berkumpul dengan keluarga besar adalah berkah, membantu menjadi panitia Idul Qurban di rumah adalah berkah, mampu bersilaturahmi adalah berkah. Aku tidak mau fokus keberkahan itu luntur karena kondisi bus patas yang kutumpangi ini tidak stabil. Makanya aku memilih tidur dan berbicara dengan nurani.
Terima kasih kepada keluarga istimewa yang penuh cinta ... menyambut kedatanganku dengan ramah, rasa rindu, dan peluk hangat. Aku ... tidak cukup kata untuk mengucapkan ini semua:
Ibu ... anda bukan ibuku, tapi anda mencintaiku dengan tulus, berbagi kesedihan, kegundahan, dan kebahagiaan dengan lepas tanpa was-was
Ayah ... anda bukan ayahku, tapi anda selalu menghitung berapa lama aku tidak berkunjung, memintaku lebih lama tinggal untuk mengganti hari-hari masa sibukku, dan mengantarku naik bus antar kota dan mengiringi perjalananku dengan do'a
Kakak dan Mbak ... kalian bukan saudara, tapi kalian selalu menyediakan ruang dan waktu untuk bercanda dan berbagi rasa
Jiwa-jiwa kecil, para malaikat penghuni rumah damai, kalian adalah jiwa-jiwa yang menarikku untuk selalu ingin kembali. Menarik perhatianku dengan tangis, tawa, dan kenakalan masa kanak-kanak ...
aku mencintai kalian, sejak awal aku bilang kalian adalah keluargaku ... yang dipertemukan Allah SWT dengan segala keajaiban dan ketidakmungkinan. Aku hanya punya cinta, yang kubagikan tanpa mengenal warna. Aku sebut kalian dalam do'a setara dengan Abah, Emak, dan keluarga sedarah. Terima kasih
Kembali ke perjalananku siang ini. Sesampainya di terminal bus, aku segera memasuki bus kota yang siap berangkat. Hampir semua kursi telah terisi. Aku berharap bertemu dengan kawan yang kukenal, hmmm ... aku belum menemukannya. Aku mencari kursi kosong, aku mencari kursi yang berjajar dengan perempuan. Yeah, aku menemukannya hanya satu yang tersisa dengan seorang mahasiswi. Sempurna! Aku mengeluarkan si gamsa, HP semata wayangku ... ujung mataku bergerak menatap lurus ke depan ... dan ... harapanku terkabul, aku melihat seorang kawan yang kukenal. Dia teman satu mess, aku mengucap syukur dalam hati dan menulis sms untuknya. Dia tetap fokus menata tempat duduk ekstra yang tersisa.
Baiklah, sebaiknya aku nikmati saja bus kota ini, kami pasti bertemu di terminal berikutnya. Aku menutup hidungku dengan tissu, asap rokok, nyanyian, tawaran, dan percakapan yang kadang tak kumengerti mulai beraksi. Aku belajar menikmati ... dalam diam dan diskusi dengan diri.
Bus berangkat, aku masih belum bisa mengalihkan perhatian temanku yang duduk di bangku ekstra dekat pak Sopir. Perjalanan lancar, hingga pada akhirnya. Bus memasuki kawasan padat kendaraan, karena itu terdapat perempatan dan belokan yang kurang "pas" untuk menyeberang. Dan kayu pembatas siap menghalangi kendaraan yang mau melintas ketika ada suara kereta api datang.
Karena jam pulang kerja kantoran, aku tidak heran dengan kepadatan ini... tiba-tiba suara bus yang kunaiki ini seperti menabrak kendaraan lain di depannya. Suara bel kereta api dan kayu pembatas siap bertugas. Bus kota ini tepat di atas rel, pikiranku terhenti hatiku mencari kalimat yang tepat untuk diucapkan. Pikiran nakalku sudah bermain di dunia yang tak kukenal. Ia berkata, mungkin besok pagi akan ada berita headline metropolis ttg kecelakaan jalan raya, . Segera kuhentikan imajinasi gila ini, aku berkata pada diri sendiri, sudahkan kamu pasrah dan rela? Jika hari ini yang terjadi adalah "celaka" ... aku hanya tunduk dan kerahkan kembali jiwa dan raga ini kepada pemilikNYA.
Pada detik terakhir, pak sopir memilih maju dan menabrak beberapa kendaraan di depannya ... Alhamdulillah, kami selamat meski Pak Sopir harus berurusan dengan sopir dan pemilik kendaraan
Syukur terdalam dan kepasrahan diri membuatku tenang dan lebih bahagia.
Terima kasih Allah SWT untuk kesekian kali kembali Engkau beri kesempatan kepada hamba untuk menjalankan kewajiban sebagai Kholifah di bumi.
(semoga yang sedikit ini mampu memberi arti)
Amin  yaa Rabb ...