Perjalanan pulang kali ini penuh kejutan. Lama tidak naik transportasi umum, seperti banyak yang berubah. Padahal kira-kira dua bulan lalu. Namun, alam yang sering mengalami perubahan cuaca membuat beberapa ruas jalan dan kondisi lingkungan juga berubah. Seminggu lalu aku mendengar berita ada tanggul jebol gara-gara hujan deras yang terjadi di daerah Lamongan.
Kerinduanku pada rumah dan keluarga membawaku pulang kampung minggu ini. Aku meninggalkan rapat koordinasi di sekolah, karena adekku sudah mengirim pesan. "Lebih baik pulang lebih awal, karena jalanan macet dan penuh sesak oleh kendaraan berat". Aku adalah orang yang termasuk malas dengan suasana di kendaraan umum. Gaya banget, padahal belum punya kendaraan pribadi. Karena ada beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan, aku jadi agak males naik kendaraan umum.
Baiklah, aku akan menikmati perjalananku dengan gembira. Atau aku akan memilih mencari bangku kosong dekat ibu-ibu dan tidur sebisa mungkin. Berhasil! Aku mendapatkan bangku kosong dekat mbak-mbak. Perfetto! Aku bisa tidur sampai terminal Osowilangun. Bebas peron! Keterangan ini pun baru kutahu. Biasanya di loket peron Bungurasih, penjaganya agak sedikit mahal senyum. Uang kembalian juga tidak pernah utuh. Di sini bebas peron! Terima kasih.
Aku mampir ke warung sebelum masuk bus. Perutku berkata: "Aku minta makanan". Aku minum segelas es teh dan makan roti keju. Seorang bapak menungguku dan akhirnya dia berkata: "Ayo, mbak kita berangkat. Ke Paciran kan?" Sakti juga bapak ini, pikirku. Aku langsung masuk bus dan duduk di kursi depan. Alhamdulillah, tidak ada lagi yang kuhawatirkan untuk menggangguku.
Langit begitu indah, aku mengeluarkan kamera dan mengabadikan keindahannya. Aku sangat menyukai langit. Sepanjang perjalanan aku terkagum-kagum dengan keindahan alam yang sederhana namun penuh makna. Setibanya di terminal Gresik aku mulai menyaksikan jalan penuh sesak dengan truk-truk besar. Mereka berjajar rapi. Kulihat ada seorang Polisi yang mengatru jalanan. Oh, inilah realitas dari berita yang kudengar. Tanggul jebol itu mengakibatkan kemacetan dan memaksa banyak sopir truk belajar bersabar. Ayo!!! Pak Sopir truk, anda semua orang-orang hebat! Pasti akan mudah menjawab pertanyaan kesabaran ini.
Nah, akupun belajar banyak hal dalam perjalanan kali ini. I miss you mom and all. I am coming!!! :)
Minggu, 03 April 2011
Jumat, 01 April 2011
Senyuman Pagi
Setiap menyelesaikan sebuah tugas, kita selalu ditunggu oleh tugas baru. Hidup itu harus bergerak, karena gerakan kita adalah wujud dari asa dan keberadaan diri. Ketika kita hanya berkutat pada aktivitas untuk diri sendiri, mungkin terasa asyik. Namun, akan lebih banyak keasyikan yang kita rasakan ketika aktivitas kita selalu berhubungan dengan lingkungan kita. Setidaknya tetangga dekat kita. Ketika menyapu lantai rumah kita itu baik, namun akan kita temukan nilai baru ketika pagi hari sesudah menyapu lanati rumah kita sendiri, kita menyempatkan diri untuk ke halaman, membawa sapu lidi, kemudian mulai membersihkan daerah sekitar. Oke, mungkin peristiwa ini akan lebih banyak kita temui di desa. Namun, di perkotaan juga tidak menutup kemungkinan mengalami hal yang berbeda namun bernilai spiritual yang sama kan?
Misal, luangkan waktu berjalan-jalan pagi mengelilingi gang anda, tersenyum kepada orang-orang yang ditemui. Jika ada yang bisa anda lakukan untuk mereka, segeralah ambil peran tanpa menunda. Itu adalah salam pagi yang istimewa. Nilai senyum dan bantuan anda tidak akan dapat tergantikan dengan harta kekayaan apapun. Seperti halnya Rasulullah SAW mengajarkan: "Jika kau mendengar saudaramu sakit, segerakanlah menjenguk". Itu berarti jangan pernah menunda kesempatan berbuat baik. Karena yang paling berharga adalah "kesempatan berbuat".
Bapak D. Zawawi Imron sastrawan besar menulis sebuah pesan pendek: "Tersenyumlah memasuki tahun baru, agar anda tersenyum sepanjang tahun". Saya bisa mengartikan dengan kalimat lain: "tersenyumlah ketika matamu terbuka dari tidurmu di pagi hari, maka anda akan tersenyum sepanjang hari". Selamat sebarkan senyum pagi. Beri manfaat kepada diri dan lingkunganmu. Maka kebahagiaan akan selalu datang padamu. Amin
Misal, luangkan waktu berjalan-jalan pagi mengelilingi gang anda, tersenyum kepada orang-orang yang ditemui. Jika ada yang bisa anda lakukan untuk mereka, segeralah ambil peran tanpa menunda. Itu adalah salam pagi yang istimewa. Nilai senyum dan bantuan anda tidak akan dapat tergantikan dengan harta kekayaan apapun. Seperti halnya Rasulullah SAW mengajarkan: "Jika kau mendengar saudaramu sakit, segerakanlah menjenguk". Itu berarti jangan pernah menunda kesempatan berbuat baik. Karena yang paling berharga adalah "kesempatan berbuat".
Bapak D. Zawawi Imron sastrawan besar menulis sebuah pesan pendek: "Tersenyumlah memasuki tahun baru, agar anda tersenyum sepanjang tahun". Saya bisa mengartikan dengan kalimat lain: "tersenyumlah ketika matamu terbuka dari tidurmu di pagi hari, maka anda akan tersenyum sepanjang hari". Selamat sebarkan senyum pagi. Beri manfaat kepada diri dan lingkunganmu. Maka kebahagiaan akan selalu datang padamu. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)