Menu Tab

  • BERANDA
  • PUISI
  • MOTIVASI
  • INDOOR
  • OUTDOOR

Rabu, 18 Juli 2012

REFLEKSI DIRI


REFLEKSI DAN LANGKAH PERUBAHAN
Awal Ramadhan 1433 H

Berdiri di depan sebuah cermin kehidupan, melihat diri yang tersungkur ... terlalu berat timbangan keburukan ini. Air mata sudah kering untuk menangisi diri sendiri. Karena teramat banyak kesalahan dan kesalahan yang terulang setiap jamnya, bahkan setiap detiknya.
Waktu ini tak dapat diulang, menyesal hanya sebuah langkah mundur. Memohon kekuatan untuk sebuah perubahan, menjadi diri yang lebih baik, dan kukuh dalam melaluinya, sebuah langkah awal yang perlu dijalani.
Jika saja Allah SWT membuka tabir keburukan diri sedetik saja, maka tak akan mampu aku melihat diriku sendiri dengan rupa manusia. Pikiranku, perkataanku, perbuatanku, dan hatiku menjadi wujud yang sangat menakutkan.
Kesombongan yang bertahta dan menguasai diri, merasa benar, merasa pintar, merasa baik, dan merasa berguna adalah kosong.
Menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri, dalam diam atau dalam ucapan.
Melakukan kesalahan meski sudah mengetahui bahwa itu adalah kesalahan.
Yaaa Rabb ...
Hamba tak mampu melakukan segala sesuatu tanpa bimbinganMu
Hamba tak mampu mencegah sesuatu tanpa kekuatan dariMu
Hati ini adalah sumber niat dan penuntun pikiran ...
Jika ia sudah terlalu keruh ...
Mohon ... sucikanlah dengan air suciMu ...
Jika ia sudah terlalu keras ...
Lunakkanlah dengan Rahman dan RahimMu
Jika ia sudah terlalu busuk ...
Mohon gantikanlah dengan hati yang baru,
Yang telah Engkau semai di dalamnya kebaikan dan ketundukan hanya kepadaMu
Dengan bimbingMu ya Rabb ...
Hamba yakin cermin itu akan menunjukkan rupa yang menenangkan, mendamaikan, dan membahagiakan.
Pelajaran dariMu bukan hanya untuk duniaku
Selalu ada tema baru untuk dijalani dan diterjemahkan dalam kamus kehidupanku
Ramadhankan diri ini dalam kesucian dan keberkahan RamadhanMu
Menjadi titik balik yang mengubur masa lalu dengan segala keburukannya, melahirkan masa depan dengan keberkahannya.
Mohon ampun kepadamu ....
Mohon maaf Lahir Bathin kepada seluruh saudara muslim dan handai taulan ...
Semoga do’a, harapan, dan keridloan tercurah dalam langkah hidup kita selanjutnya ...
Astaghfirullahal Adhim ... Alhamdulillahirabbil Alamin ...
Amin Ya Rabbal Alamin ....


Jumat, 29 Juni 2012

Memilih

Sekolah Seperti Apa Ya???
Sekolah seperti apa yang bisa kita pilih untuk anak-anak dengan masa depan cerah?
- Sekolah yang ramah
- Sekolah yang tidak membebani
- Sekolah yang membimbing dengan hati
- Sekolah yang memperlakukan anak dengan jiwa anaknya
- Sekolahnya manusia ...
Ada banyak pertanyaan yang kadang tak mudah dijawab melalui proses yang sebentar

Proses kesabaran dalam mendampingi anak bagai mata kuliah yang tak terbatas sks nya.
Kesabaran dalam mendampingi inilah yang menjadi ujian bagi para orangtua dan pendidik
Mari membuka mata dan hati, melahirkan empati seorang anak.
Agar kita mampu menyelami keinginan, rasa, dan apa yang dipikirkan.
Sebagai seorang anak, dan bukan sebagai anak yang berjuang keras untuk mewujudkan keinginan
orang tuanya.

Selasa, 08 Mei 2012

Cinta Oh... Cinta

Aku dikejutkan suara lembut seorang gadis di luar kamarku siang ini. "Miss ... aku pengen ngobrol dengan Miss", dia merajuk setelah kubukakan pintu kamar. "Eh, ternyata kamu Brin. Ngobrol tentang apa? Di sini saja, lebih nyaman kan?, aku menanggapi permintaannya. Ya, dia Si Ibrin, anak kelas 7 alias kelas I SPM, datang mencariku untuk sekedar curhat.
"Tidak, aku mau ngobrol di luar", desaknya. Aku berpikir, biasanya anak SMP yang ingin mengobrol denganku mencari tempat yang nyaman dan kalau bisa hanya kami berdua. Tapi ... kali ini berbeda, aku mencoba mencari tau. "Emangnya, mau ngobrol tentang apa sih?, aku bergaya malas dan menyandarkan tubuhku di bantal yang kutata rapi. "Miss, aku mau menarik perhatian seseorang, makanya  aku ingin ngobrol di luar bersama Miss", Si Ibrin menjelaskan. "Oh, masalah pacar nih. Emang dia ada? Bukankah ini libur?, sepertinya aku sudah banyak bertanya.
"Ayolah Miss, please ... ", dia menyeret tanganku dan berhasil membuatku mengikuti maunya. Aku harus mau, karena aku juga ingin tau apa yang dirasakannya.
Kami bergegas keluar kamar, aku melihat ada perkumpulan anak yang sedang melingkar di masjid. "Hmm, anak kelas 9 ya? Siapa dia?", aku menanyakannya tanpa basa basi.
"Miss, pokoknya dia ada", Ibrin menjawab sambil senyum-senyum. Wajahnya terlihat gembira luar biasa. Dia menggandeng tanganku dan mengajakku duduk bersamanya. Dia mulai berceloteh, mengungkapkan semua isi hatinya. Aku memutuskan untuk menjadi pendengar yang baik saja.
Ibrin     : "Dia gendut, tapi baik hatinya. Jangan dilihat dari wajahnya, tapi lihat kebaikannya. Dan hari ini, ternyata warna baju yang kami pakai sama. Itu namanya jodoh, aku bener-bener gak nyangka. Aku setiap hari ke sekolah lho Miss, meski liburan.
Aku     : "Ehm, memang kamu gak ada teman di rumah?"
Ibrin    : "Aku males ngajak temen ke rumah saat ini. Miss, dia itu baik banget, dia nembak aku dan kita jadian deh!"
Aku penasaran dengan wajahnya yang berseri-seri, aku berpikir mungkin mereka baru sehari atau dua hari jadian, atau maksimal satu minggu lah.
Aku     : "Sudah berapa lama jadian?"
Ibrin    : "2 bulan. Dulu sudah, kemudian putus dan sekarang nyambung lagi. Dia bilang aku cantik dan baik"
Aku hanya tersenyum ... Belum sempat aku berbicara, dia sudah kembali berceloteh.
Ibrin    : "Aku tahu, aku tidak boleh terlalu senang. Nanti malah sakit hati, harus berhati-hati dan pandai jaga diri"
Sekali lagi aku hanya tersenyum ...
Aku    : "Aku punya sebuah kalimat: Cowok cobaannya ada di mata mereka, kalau cewek ada di telinga mereka. Makanya, tidak aneh kalau cowok suka sama kamu. Kamu cantik banget sih, hmm ... tapi harus pandai memilah kalimat pujian dari cowok"
Ibrin   : " Ya Miss, kalau dia berkata yang manis-manis aku hanya bilang gombal"
Aku    : "Kalian sudah pegangan tangan ya?"
Ibrin   : "Tidak, aku tidak mau ... maksimal kami hanya boleh foto bareng dan tidak deket". Emang ada sih temen yang berani cupika-cupiki. Tapi aku tidak kok, itu tidak baik.
Aku    : "Hmm, ada yang berani gitu? Baiklah, kamu pernah keluar  bersama?
Ibrin   : "Tidak Miss, kami hanya bertemu di sekolah, itu cukup"
Aku    : "Mama sudah tau?"
Ibrin   : "Belum, aku pasti dimarahin mama. Kata mama, aku tidak boleh pacaran dulu"
Aku    : "Kalau ada kesempatan curhat sama mama, itu sangat membantu lho"
Ibrin   : "Tidak Miss, setidaknya bukan untuk saat ini"
Aku    : "Okelah ... semoga kamu bener-bener bisa menjaga  diri. Aku berdo'a untukmu".
Ibrin   : "Makasih Miss. Mama telpon, aku harus pulang. Bye ..."
Kemudian ia menerima telpon dan melambaikan tangannya padaku.
Pelajaran yang luar biasa untukku hari ini. Aku mencoba mengingat masa cinta monyet yang pernah kulalui. Sangat berbeda, aku gadis desa dengan segala kesederhanaan, dan Ibrin gadis kota dengan segala kemodernan dan kecanggihan teknologi.
Semoga anak-anak ini mampu melalui kehidupan yang baik untuk masa depan mereka yang cerah.
Cinta Oh ... Cinta ... Aku tak bisa berkomentar lagi. Cinta ... Terima kasih atas pelajaran hari ini.

Sabtu, 07 April 2012

Okay, I love you again

This is a short story in a special morning.
When I stand up in front of lobby, waiting for my students arrived at school.
I am shaking their hand, say good morning, your smile is amazing, what is your breakfast menu today, etc.
I give them my good spirit, and ... they giving me back their best spirits.
That's why I love to wait for them in front of lobby and just say hello to them.
This morning, Ataya (first grade) looks so tired.
I try to have a little chitchat with him.
Me          : "Hi Ataya, good morning?"
Ataya      : "Hello, morning ..."
Me          : "How are you?"
Ataya      : "I am fine"
Me          : "Hmm, but I didn't see your smile today"
Ataya      : "Hmmm ..." (trying to go ...)
Me          : "Hei, wait ... you didn't shake my hand yet?"
Ataya      : "No ... "
Me          : "Why ... ?"
Ataya      : "I don't love you"
Me          : "But I love you"
Ataya      : "I don't love you anymore"
Me          : " I am still loving you"
Ataya      : "I don't love you ... (he didn't look at me) ... so sad :(
Me          : "I hold his face and I say, I love you more"
Ataya      : "Okay, I love you again"
I smile and hugs him ... And he ask me to come to his class.
I tell him, "No, I love you but you have to go to your class alone"
He tries to hold my hand ... And I tell him again, "Okay, I love you"
He smiles and says, "see you ..."
Ohhhh ... so cute ... children always giving their best spirits.
Me and Ataya


Senin, 19 Maret 2012

Aku Pernah

Hmmm, sex education for children??? Yeah ... Materi ini selalu memiliki dua mata pedang. Ketika orangtua mendengar bahwa anaknya sudah mengakses berita tentang "Porno", siapa yang gak bakal kalang kabut? Tentu bisa sangat dimaklumi. Ada hal-hal menarik yang kualami selama menjadi guru dan belajar untuk memahami sisi "pornografi" menurut anak.
Berawal dari pertanyaan, "Mengapa anak harus diajak diskusi tentang "hal tabu" menurut orang dewasa?".
Saat ini kita sebut era globalisasi, jadi segala akses informasi tidak sekedar bisa dilihat dan dibaca. Malah, sebuah informasi memang memang sengaja disuguhkan untuk bisa membantu mencari data yang dibutuhkan. Nah, karena internet merupakan media yang bisa memenuhi hampir semua akses informasi, maka pendampingan dan "diskusi cerdas" yang perlu dilakukan agar anak tidak semakin penasaran, tetapi bagaimana anak mendapatkan informasi yang benar tentang apa yang dilihatnya.
Dengan gaya bahasa yang santai dan terkesan berbagi, maka anak akan merasa "tidak bermasalah" dengan hal tersebut. Sekali lagi, tantangannya adalah mencari kalimat yang tepat untuk bediskusi.
Aku sendiri harus menyediakan ruang dan waktu untuk menyusun kalimat pertama saat memulai diskusi di area ini. Aku lihat sekeliling, mengamati reaksi anak-anak ketika kalimat pembuka aku ucapkan. Jika reaksi datar dan aman, nah ... aku baru akan lanjutkan dengan kalimat-kalimat berikutnya.
Pandangan anak dan pandanganku tentang pornografi ternyata jauh berbeda, ternyata ketika anak melihat Spong Bob dan mengetahui istilah "Bikini Bottom", reaksi mereka "Hiii, itukan jelek". Ungkapan tersebut merupakan ekspresi anak yang perlu digali lagi maksudnya.
Ketika mereka melihat perempuan memakai rok mini, reaksi mereka juga macam-macam. Nah, sepertinya sebagai guru aku harus bisa memecah pemikiranku untuk tetap mampu mengakomodir pendapat dan pandangan mereka tentang sesuatu.
Hari ini, sungguh tidak disangka. Ketika aku mencoba bercerita tentang alam semesta yang mampu berbicara, kemudian aku berkata: "Pakaian kita juga bisa berbicara lho" ... reaksi anak-anak beraneka ramagam. Seeep, pancingan saya berhasil.
Masuklah kami pada diskusi pakaian yang sopan dan efeknya terhadap tubuh kita. Tidak berhenti sampai di situ. Kemudian aku melanjutkan, "Nah, karena kita sudah kelas IV dan banyak tugas mencari data informasi melalui internet, Ustadzah yakin kita pernah nyasar. Seperti ... (ku sebutkan beberapa contoh). Reaksi mereka keren, mereka jujur sekali. Mulailah satu persatu berbicara, "Aku pernah Ust ... Aku Pernah ..."
Nah, langsung saja kuajukan pertanyaan yang lebih fokus.
- Siapa yang pernah melihat hal yang bukan untuk usia kita melalui buku?
- Siapa yang melihat melalui internet?
- Siapa yang melihat melalui film?
- Siapa yang melihat dengan pendampingan mama dan papa?
Nah, luar biasa ... anak-anak antusias bercerita. Ada yang merasa film kartun ini "jorok", film ini gak bagus, dan lain sebagainya.
Baiklah, "Apakah mama dan papa tahu kalau kamu sudah melihat yang kamu ceritakan? Hmmm, atau kalian sudah menceritakannya kepada mama papa?"
Jawaban mereka yang lugu ..
- Mama dan Pama sudah tau kok Ust
- Kadang-kadang ...
- Tidak tau ...
Aku suka hari ini, pelajaran paling berharga adalah "Bagaimana aku mampu memasuki dunia anak-anak dengan menggugurkan pengetahuan "dewasa" ku dan bagaimana aku mampu menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berdiskusi.
Selamat bagi orang tua hebat yang selalu mampu menjadi curahan hati anak-anaknya.

Sabtu, 10 Maret 2012

Old but new

Pontang panting, jumpalitan, meledak-ledak, hingga kosong pikiranku. Sungguh luar biasa ilmu Allah SWT yang diberikan kali ini. Segala sudut kehidupan, setiap langkah, dan pandangan menjadi mater-materi yang masih belum terjawab secara tuntas. Ya! Itulah hidup, semakin aku belajar menjalani semakin banyak pelajaran yang tiada ujung. Terutama jika aku menginginkan perjalanan yang lebih tinggi lagi tantangannya.
Lingkungan, teman, aktivitas yang kujalani adalah sesuatu yang kukenal sejak lama, aku akan memakai istilah semua itu adalah bahan "lama". Namun beberapa minggu ini, bahan "lama" itu semua memperbaharui diri. Ilmu ini tak pernah habis, aku yang merasa memahami ternyata BELUM, aku yang merasa mengerti ternyata BELUM, aku yang merasa kenal ternyata BELUM, aku yang merasa pintar ternyata BELUM, aku yang merasa sudah menjalani ternyata BELUM, dan banyak lagi kata BELUM yang bisa kulakukan dalam setiap sisi kehidupanku.
Yang abadi adalah PERUBAHAN, ya ... aku mengerti itu. Dan untuk memahami itu dalam kehidupan, aku harus belajar lagi. Kupikir kalimat menjalani itu CUKUP bagiku untuk MERASA sudah selangkah lebih maju untuk menjalani hidup, ternyata kata BELAJAR memang tetap harus aku gunakan.
Maka, dalam RASA mengerti ini aku HARUS segera mengadakan PERUBAHAN juga. Setiap langkah hidup adalah pilihan. Ketika membuka mata di pagi hari, kita sudah dihadapkan pilihan menjalani hari dengan biasa dan tak bermakana, atau menjalani hari dengan istimewa, memaknai diri, orang lain, dan lingkungan kita.
Allah SWT!!!!! Aku dengan sangat kuat memohon untuk segala kekuatan agar Engkau selalu mendampingiku dalam keBAIKan dan keBENARan. Karena standar HAQ dan BATHIL yang paling AKURAT adalah AL-QUR'AN dan SUNNAH RasulMu. Maka rangkullah aku untuk selalu mengkaji dan menjalankannya dalam kehidupan duniaku untuk bertemu denganMU dalam CINTA dan KEMULIAAN.
Hapus semua keRAGUan ini, hapus segala rencana burukku, hapus segala kesombonganku, hapus segala kebodohanku, dan jika Engkau berkenan untuk mengganti HATIku dengan yang baru yang BERSIH dan SUCI, hamba sangat bersedia. Sadarkanlah hamba, bahwa Malaikat PenjagaMu selalu ADA di sisi kanan dan kiriku.
Terima kasih dan Maaf.

Rabu, 07 Maret 2012

No, I am shame

I got an amazing story this morning. When I am standing in front of lobby, I saw Dimas (kindergarten) shouting under star fruit tree, it's around 10 meters from my place.
Dimas        : "No, nooooo ... I am shame"
Ms. Reni   : "Why?"
Dimas       : "Because of her"
Ms. Reni   : "Who?"
Dimas       : "The girl beside you"
Ms. Reni   : "Ouch ... Tata?"
Dimas       : "Yes, she is ... I am shame" (start to cry)
Ms. Reni   : "So what? Just come here, you didn't shake your hand to me yet"
Dimas     : "Noooo, noo ... I am shame"
(Dimas run away from Tata and Miss Reni and crying)
I look at them from my place, and I really interested. It's so funny ...
Then I try close to Dimas, I talk to him:
Me        : "Hi hansome, what's wrong?"
Dimas   : "No, don't come to me"
Me        : "Can I help?"
Dimas   : "Nooo, I didn't see her for 3 days, and now .... I am shame" (crying again)
Me        : "Hmm, I know ... you miss her very much right?"
Dimas   : "Yeah ... "
Me        : (I hold my smile) "Okay ... (i can't talk anymore, because he leaves me and run)
Oh my ... me and Ms. Reni laugh together. Miss Reni told me that he always jealous when other boy ask Tata to play together. Ohhhhh ....
They are soulmate already ... Hahahahahahaha ....
(too bad, I have no their picture) ... Here is ... Dimas