Menu Tab

  • BERANDA
  • PUISI
  • MOTIVASI
  • INDOOR
  • OUTDOOR

Senin, 26 September 2011

Hold My Hand


Hold My Hand
By: Maher Zain
 
I hear the flower’s kinda crying loud
The breeze’s sound in sad
Oh no
Tell me when did we become,
So cold and empty inside
Lost a way long time ago
Did we really turn out blind
We don’t see that we keep hurting each other no
All we do is just fight

Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
Children seem like they’ve lost their smile
On the new blooded playgrounds
Oh no
How could we ignore , heartbreaking crying sounds
And we’re still going on
Like nobody really cares
And we just stopped feeling all the pain because
Like it’s a daily basic affair
Now we share the same bright sun,
The same round moon
Why don’t we share the same love
Tell me why not
Life is shorter than most have thought
Hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what we have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you
No matter how far I might be
I’m always gonna be your neighbor
There’s only one small planet where to be
So I’m always gonna be your neighbor
We cannot hide, we can’t deny
That we’re always gonna be neighbors
You’re neighbor, my neighbor
We’re neighbors
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
So hold my hand
There are many ways to do it right
Hold my hand
Turn around and see what have left behind
Hold my hand my friend
We can save the good spirit of me and you
For another chance
And let’s pray for a beautiful world
A beautiful world I share with you

Rabu, 21 September 2011

For you, Thank you

"May i take your picture Mam"? Alya Tara asks me. "Sure, why not"?, actually i wanna ask her, what for? But, i can't say it. Yay! She is very happy. "Okay, just wait for tomorrow. Hopefully it will gonna be surprise for you." She whispers to me. I just smile, then she got my picture.

Kemudian, aku berjalan mendekati kerumunan anak-anak yang lain dan bergabung dengan forum diskusi mereka. Hari ini terasa begitu menyenangkan, semua anak menikmati setiap aktivitas dengan gembira. Anak istimewaku juga bertahan konsentrasinya sampai jam pelajaran ketiga. Yeah, inilah arti bahagia. Bahagia yang membahagiakan.

Keesokan harinya, aku terlambat masuk kelas karena bertemu dengan walimurid yang membutuhkan pendengar yang baik. Setelah selesai, aku segera bergegas ke kelasku. Alya Tara kembali mendekatiku.

"Mam, there is something on your table. Please, check it now"?, she asks me. "Okay, i will check it later. We are reading Al-Fajr now". She looks disappointed. I accompany them until finish. I need to take a pencil, so i go to my table. And, i found a brown envelope. "Untuk Ustadzah Hamdiya, terima kasih".

Membaca tulisan-tulisan yang ada di amplop itu membuatku merasakan sentuhan kasih-sayang. Terutama kalimat "Semoga bisa haji, semua orang mendo'akan (keluargaku) dan Liong (kucingku), hehehe.

Aku segera membuka amplop itu dan ... sebuah lukisan karikatur indah ada di sana. Ya, itu aku, itu aku. Alya Tara menjadikan aku sebagai model karikaturnya. Aku terharu, i am speechless. I come to her and shake her hand, thank you Alya Tara. Thank you. This is a best love, best day. Love you.



Selasa, 28 Juni 2011

Karimunjawa

"Jika kau ingin sampai ke syurga, maka usahamu harus lebih gigih". Kalimat itu yang dicapkan temanku untuk memotivasi kami agar tetap semangat sepanjang perjalanan. Ya, dia mengutip kalimat bijak itu, karena perjalanan kami cukup mengalami banyak peristiwa "tak disangka". Mulai dari janjian di terminal, mengantri bus sampai pukul 11.00 WIB malam. Belum lagi ketika bus yang kami tumpangi ternyata tidak bisa lanjut. Ada sebuah kecelakaan yang menyebabkan kemacetan total. Selama 3 jam kami harus menunggu. Tapi karena letih, kami tertidur dan tidak menyadari kondisi tersebut.
Tepat pukul 03.00 WIB dini hari, yang kami tahu, tiba-tiba ada banyak suara ribut. Dengan kata-kata yang cukup "kasar", mereka mengumpat kondektur, minta uanag kemalian, dan mengucapkan beberapa kata yang malah bisa membuat panas telinga. Akhirnya kami berpindah bus, untuk menghindari kemacetan pak Sopir mengambil jalan tembusan. Sayang sekali, jalan ini sempit dan berbahaya ketika ada dua kendaraan yang saling berpapasan.Mata sudah enggan terpejam karena harus waspada dengan kondisi tersebut.
Kami sudah hawatir, ketika agen wisata yang akan memandu selalu bertanya dimana posisi kami. Kapal yang menyeberang ke Karimunjawa akan berangkat pukul 09.00 WIB. Sedangkan posisi kami masih di Pati menuju Demak. Tanpa daya kami hanya memiliki harapan untuk tidak ketinggalan kapal.Tepat pukul 08.00 WIB, sampailah kami di pertigaan Trengguli. Alhamdulillah, ada seorang bapak yang baik mengarahkan tujuan kami dengan baik. Suara HP koordinator kami berbunyi, "Oh...kami sudah ketinggalan kapal". Hmm...dua teman yang berangkat dari Jakarta ternyata sudah sampai pelabuhan terlebih dahulu dan menginformasika, bahwa kapal overload dan banyak penumpang tertinggal.
"Baiklah teman-teman, kita harus pantang menyerah sebelum bahagia", kembali koordinator kami memberi semangat. Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal semalam di area pelabuhan, memilih homestay, dan menikmati pulau panjang yang cukup dekat dengan posisi pelabuhan. Penyeberangan kami hanya 30 menit. Pulau ini kurang terawat, mungkin karena musim kemarau sudah mulai datang, maka banyak pepohonan menguning dan kering. Ada banyak penjual es makanan, sampah masih belum dibuang dengan teratur. Tapi kebersihan lautnya luar biasa. Pantai berpasir putih dan cukup nyaman untuk dinikmati. Di tengah pulau itu, ada kuburuan seorang Syekh. Mungkin karena ini, ada banyak peziarah yang berdatangan.
Setelah menikmati pulau Panjang, kami kembali ke homestay membersihkan diri dan bersiap untuk jalan malam. Kami menikmati hari ini dengan gembira, karena esok hari harapan kami untuk sampai ke Karimunjawa harus lebih besar dari hari ini. Kami saling mengingatkan, pukul 07.30 WIB sudah harus menuju dermaga untuk membeli tiket kapal cepat. Kapal akan datang pukul 09.00 dari Semarang, dan akan lenjut ke Karimunjawa pukul 11.00 WIB. Tetapi karena pengalaman hari kemarin, kami harus bersiap-siap lebih pagi. Semangat!!! Karimunjawa aku akan datang padamu. Karena kau adalah salahsatu tempat yang kutulis dalam daftar mimpiku. Belum lagi, ketika hari itu rencana berangkat pukul 19.00 WIB, siang pukul 13.00 WIB aku mengakses informasi bahwa jadwal pelatihanku tanggal 30 Juni 2011. Hmmm, otakku langsung 'stop', karena jadwal kepulangan sesuai dengan trip adalah tanggal 29. Itu membuatku panik, karena aku juga ingin bertemu dengan saudara kembarku dari Polandia (Aleksandra) yang akan kembali ke negaranya. Itupun berada pada tanggal 30. Baiklah, aku harus mencari cara supaya semua jadwal bisa sempurna kulaksanaka. Alhamdulillah, ada jadwal kapal cepat kembali ke Jepara tanggal 28. Aku harus rela tidak menyelesaikan trip, dan aku memilih untuk bertemu Aleksandra tanggal 29. Perfect!!! Maaf bagi teman-teman yang sempat terkena efek kepanikanku melalui telepon dan sms. Maaf :)
Tiket lancar, perjalanan lancar. Ombak cukup tinggi, sesekali ia menghantam sisi kapal yang bermuatan 150 penumpang. Ada beberapa turis asing terlihat menempati beberapa kursi. Karimunjawa memang cantik. Aku kagum pada airnya yang bersih. Jika aku bandingkan ketika berada di Manado, masih ada sedikit sampah yang kulihat mengapung di perairannya. Di sini tidak!!!
Akhirnya.....!!! Selamat datang di Pulau Karimunjawa!!!! Wajah kami langsung bersinar, senyum mengembang dan ...mulailah kami mengabadikan gambar-gambar indah dari Karimunjawa.
SubhanAllah, laut yang sangat bersih. Kami garus segera ke homestay, makan siang, sholat, dan menuju laut untuk snorkling dan meyaksikan sunset. Hmmmm ... indah.
Perahu nelayan sudah menunggu kami, mereka sangat ramah. Mas Edi, adalah pemandu kami. Dia baik dan profesional. Mengingatkan memakai pelampung dan cara mesang alat snorkling denga baik dan benar. Teman-teman bergembira ria, aku masih bercanda dengan diri sendiri. Aku menunggu diskusiku selesai. Kulihat ada yang masih berjuang dengan air laut, muntah, dan berdiam diri. Aku menceburkan diri dan karang cantik yang sudah terlihat sepanjang perjalanan benar-benar mengagumkan. Aku masih bercengkrama dengan mereka, aku masih membaca cerita mereka. Ada sedikit rasa "takut", namun segera berubah menjadi decak kagum yang tak terkatakan. Ikan-ikan kecil menyapa, memang tidak sebanyak di Bunaken. Ia bersahat dan ramah, relung di karang-karang tersebut tersenyum. Aku juga tersenyum dan akhirnya kami bercanda bersama.
Sunset tidak terlihat dengan sempurna, karena mendung menyelimuti. Kami menemukan gradasi langit yang luar biasa. Air laut yang bergelombang menambah sempurnanya pemandangan. Pantai ini sungguh mengagumkan. Mimpiku menjadi kenyataan, berada di tengah malam hari, menyaksikan bintang dan belajar setiap rasi bintangnya membuatku tak mampu bicara lagi. Aku mencintaiMU Allah swt. Sangat mencintaiMU, aku tunduk dan patuh padaMU.
Ketika bangun di pagi hari, aku tidak mau diam. Aku berjalan menuju dermaga, menyaksikan langit pagi yang indah tak terkira. Ada banyak cerita yang tak mampu terlukiskan dengan kata-kata. Aku menikmati, hanya mampu menikmati. Matahari pagi menyadarkan kami untuk beranjak, bersiap diri. Para nelayan disambut istri mereka untuk membantu mengangkat ikan-ikan hasil melautnya. Damai dan indah.
Sesudah sarapan pagi, kami pergi ke penangkaran ikan hiu, pari, kura-kura, dan bintang laut.
Sekali lagi, kata-kataku tak cukup untuk menggambarkan pesonanya. Homestay di tengah laut, laut yang dikelilingi kepulauan kecil membuatku terpana. Aku harus kembali, keindahan ini tak akan pernah terhenti. Sebelum ke dermaga aku diajak berkeliling desa oleh anak agen kami. Sepanjang perjalanan, ia bercerita tentang tempat-tempat yang kami lalui. Aku bersyukur diberi kesempatan yang luar biasa ini. Karimunjawa, aku akan datang lagi untuk belajar denganmu. Bismillah ...

Jumat, 24 Juni 2011

No Title

(Birth day present from Sulthan M. Aufar)

I LOVE YOU

This is me ... I know you right there
You are giving love to everyone
This is me ... I know you right there
You teach everyone with your love

Because I love you ... I love you
I love you, this is the time for me to say
I love you ... I love you ... I love you
This is the time for me to say I love you

And I will love you forever
And I will take care our love

(Good Noon)

Jumat, 03 Juni 2011

PUISI UNTUK AINUN

Ainun… Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE

Namamu AINUN

PUISI Bapak B.J HABIBIE

Namamu Ainun
memang indah matamu..
selalu saja berbinar-binar
manakala kau  menatap suamimu
dengan sinar gelora penuh cinta
Namamu Ainun
memang tulus penglihatanmu
atas segala hal yang ada di sekelilingmu
ketajaman melihat dengan bola mata yang cantik
dan melihat dengan hati yang juga cantik
namamu Ainun….
yang mengorbankan karir doktermu
demi engkau menginginkan kedua putramu
menjadi doktor-doktor yang handal dan perkasa
betapa ikhlas kau meninggalkan masa depan cemerlang itu..
karena rangkulan ibu kepada anak kau anggap jauh lebih bermakna
itu yang selalu kau katakan kepadaku…
selalu saja kau anggap karir suami jauh lebih penting..
masa depan anak demikian pula…
Namamu Ainun..
penuh kesabaran menghadapi dunia yang semrawut ini..
tatkala hujatan batu menggelinding di atas kepala
menimpa suami terkasihmu dan keluarga besarmu…
matamu tetap lembut cantik menatap dunia
dipenuhi ayat-ayat suci menggema
karena kau tak pernah lepas dari kedua hal sakral itu..
bersujud senantiasa, dan membuka lembar demi lembar kitab sucimu…
kadang hanya setengah berbisik..
kau mengaji di sudut rumah dengan begitu khusyuk…
karena kau tahu persis segalanya  menjadi sumringah bila dilawan dengan doa
serta tawakal yang penuh tersebar di hati…
namamu Ainun
yang memiliki mata indah  kadang redup sejenak dan terpana
menyikapi apa kata orang tentang keluargamu
semua kau balas dengan senyum cantikmu..
karena hatimu yang juga cantik
selalu berupaya meraba segala hal dari sisi yang  indah-indah saja….
namamu Ainun..
yang telah terukir dalam hatiku, hati teman-temanku, hati saudara-saudaramu
terutama hati suami anak menantu dan cucu-cucumu
yang semua begitu penuh kasih menjalankan nikmat Allah selama ini
namamu Ainun…
yang akan menjadi sebongkah monumen di hatiku
yang kini kembali ke hariban Ilahi
dengan nyaman..
penuh damai
sebagaimana makna ayat-ayat suci yang selalu tersebut dari bibirmu
selalu…
selalu…..
dan selalu……..

Sabtu, 14 Mei 2011

FUSION FOR VISION


FUSION FOR VISION
Pentas bulanan yang selalu digelar SD Sekolah Alam iNsan Mulia Surabaya sebagai ajang kreatifitas anak telah berjalan selama kurang lebih sembilan kali. Mengambil nama pentas bulanan, diharapkan acara ini dapat terselenggara setiap bulan. Kecuali ketika ada acara lain dan waktu yang kurang memungkinkan untuk persiapan, kami tidak akan menunda acara pentas bulanan.
Pentas bulanan kali ini kami gabungkan dengan moment hari Kartini. Kami ambil diujung hari pada bulan April, 30 April 2011. Setelah diskusi kecil dan berbagi program di kelas masing-masing, kami memutuskan pentas bulanan kali ini mengusung tema “Fusion for Vision”. Disain Thematic Teaching kami padu padan dengan Integrated Learning. Dua sistem itu membuat kami berbagi tugas dan mendisain kegiatan yang berbeda satu dengan yang lain. Setiap kelas menjadi duta pelaksana kompetensi yang berbeda namun terintegrasi.
Kelas I  mendapatkan tugas untuk mengusung tema “Pahlawan”. Mereka juga mempunyai misi “mengistimewakan anak istimewa”. Setiap anak istimewa dipercaya menjadi pemimpin pasukan. Mereka dibagi menjadi kelompok Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, R.A Kartini, Cut Nyak Dhien, Tentara Indonesia, dan kelompok Profesi (Dokter, Petani, Medis, dll). Kelas I melakukan karnaval keliling sekolah didampingi oleh ustadz/ahnya. Kemudian kelas lain menjadi pagar dalam perjalanan mereka. Perjalanan berakhir di tengah lapangan untuk disambut dengan tarian kebersamaan yang dilakukan oleh siswi kelas II.

Kelas II bertugas untuk mengumpulkan cap tangan dn doa dari para pengunjung acara untuk dukungan kepada kelas VI pada selembar kain putih sepanjang 8 meter. Anak-anak kelas 2 melakukan tugasnya secara madiri dengan hanya diawasi oleh 1 ustad saja. Mereka berlatih untuk mandiri, berani, dan kreatif mengajak para pengunjung acara untuk mau meluangkan waktunya untuk ikut berpartisipasi melakukan cap tangan dan menuliskan kata-kata dukungan. Sebagian anak kelas 2 juga ada yang bertugas menjadi personil perkusi yang bertugas membuka acara kali ini.
Kelas III bertugas mengelola stand games yang berisi 8 permainan yang menuntut kesabaran, konsentrasi, keuletan, dan kecepatan. Stand-stand games ini dijaga sendiri oleh siswa-siswi kelas III dengan didampingi ustad-ustadzah kelasnya. Siswa-siswi kelas III menjelaskan sendiri aturan permainan pada peserta games yang bukan hanya terdiri dari adik-adik kelas, namun juga para wali murid. Dalam kegiatan ini mereka telah belajar mandiri, berwirausaha, berani, konsisten, dan bertanggungjawab terhadap tugasnya.

Kelas IV bertugas menggelar pameran dan presentasi tentang keberagaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena mereka memiliki tema `Budaya` dalam pembelajaran di kelas. Mereka juga memakai pakaian-pakaian adat dari berbagai daerah sesuai dengan budaya yang mereka wakili. Dalam pameran tersebut, siswa-siswi kelas IV tidak hanya memamerkan tentang fakta tertulis budaya Indonesia yang berwujud mading kreatif, namun juga memamerkan benda-benda yang berhubungan dengan wilayah yang mereka wakili, seperti : senjata tradisional, kain tradisional, mainan tradisional, dan benda-benda khas dari daerah masing-masing. Mereka juga secara bergantian mempresentasikan budaya yang mereka wakili di atas panggung.
Kelas V bertugas mengelola thematic cafe sebagai wujud dari tema pembelajaran `Enterpreneurship`. Mereka terbagi menjadi 8 kelompok cafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman dari berbagai negara dan daerah di Indonesia, seperti masakan Arab, Italia, China, dan masakan tradisional Jawa. Siswa-siswi kelas V juga memakai kostum menarik yang sesuai dengan tema cafe yang mereka usung. Mereka juga bekerjasama dengan orangtua sebagai wujud kebersamaan.
Kelas VI ikut berpartisipasi dengan ikut hadir untuk didoakan bersama oleh seluruh pengunjung yang hadir setelah pada malam sebelumnya mereka mengadakan acara malam renungan dan sholat malam berjama`ah di sekolah.
Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh FORSAIMS sebagai bentuk kepedulian FORSAIMS sebagai wadah informasi dan penjembatan hubungan walimurid dan sekolah. Mereka mendirikan stand khusus yang digunakan untuk mensosialisasikan visi, misi, dan program FORSAIMS. Mereka juga menampung segala aspirasi walimurid untuk kemudian diteruskan ke pihak sekolah untuk dibicarakan bersama.

Event kali ini juga mengundang beberapa walimurid yang berasal dari negara lain: Amerika, Swiss, Jepang, dan seorang guru Bahasa Inggris kami dari Polandia. Ketua FORSAIM mendamping keempat tokon tersebut untuk berbagi pengalaman tentang keragaman budaya di Indonesia, kesan mereka saat berada di Indonesia, dan berbagi pengalaman merasakan keragaman budaya tersebut.
Beberapa siswa juga unjuk kebolehan di atas panggung. Pencak silat, drama, menyanyi, dan ngeband. Tidak ketinggalan juga para Ustadz/ah memeriahkan acara ini dengan grup band baru mereka. Pada hari ini Sekolah Alam Insan Mulia serasa menjadi potret utuh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Sampai ketemu di event berikutnya. Terima kasih atas semua partisipasi dan semangatnya!